Pandemi membuat semua bidang menurun termasuk perekonomian. Akan tetapi setelah kondisi pandemi mulai pulih pengusaha properti bangkit kembali. Tentu pengusaha yang bergerak dalam bidang properti semakin semangat untuk memperluas bisnisnya. 

Bisnis properti ini sangat penting bagi Indonesia akan menyumbang 15% untuk kemajuan perekonomian. Diperkirakan juga di masa mendatang, Indonesia akan memasuki masa keemasan menurut CEO PT Lippo Karawaci Tbk. Hal ini menjadi kesempatan emas untuk pengusaha di bidang properti. 

Keberhasilan seorang pengusaha di bidang properti tidak lepas dari bagaimana kerja keras mereka. Hal ini yang patut diteladani bagi pebisnis properti pemula. Untuk itu di bawah ini ada kisah singkat dari pengusaha yang sukses dan besar dalam bidang properti. 

Pengusaha Properti Sukses 

Para pengusaha ini tidak hanya menjadi agen di dalam negeri saja melainkan juga sampai ke luar negeri. Tentu saja ada perjuangan yang dilalui dan itu tidak mudah. Seseorang bisa belajar dari kisah orang-orang sukses di bawah ini. 

1. Trihatma K. Haliman 

Kisah pertama datang dari seorang penerus Agung Podomoro Group. Perusahaan ini sebenarnya didirikan oleh Ayahnya yang bernama Anton Haliman di tahun 1969. Kemudian berlanjut pada tahun 1973 Ayahnya meminta putranya untuk membantu perkembangan bisnisnya. 

Padahal saat itu Trihatma masih menempuh studi di Jerman, mungkin seseorang berfikir enak memiliki Ayah seorang konglomerat karena bisa dapat jabatan tinggi. Hal itu ternyata tidak berlaku bagi Trihatma yang memulai kariernya dari bawah. 

Waktu itu Trihatma ditaruh di berbagai jenis divisi tujuannya agar bisa memperdalam ilmunya. Baik Ayah maupun pegawainya akhirnya percaya bahwa Trihatma memiliki kompetensi menjadi penerus Agung Podomoro. Dia dikenal sebagai pengusaha yang no guts no glory.

Baca Juga  Passive Income adalah: Pengertian dan Bentuk Penghasilannya

Akhirnya Trihatma menjadi salah satu pengusaha properti besar di Indonesia. Pencapaiannya adalah ketika orang lain menjual rugi sebuah villa mereka, Trihatma melakukan analisis dan membuat keputusan dengan membebaskan tanahnya seluas 100 hektar. 

Kemudian tanah itu ia bangun sebuah Vimala Hills yang terbukti sukses hanya dalam waktu 2 bulan saja. Pendapatannya saat itu mencapai 2 miliar. Adapun asetnya pada tahun 2014 mencapai angkai Rp22,3 triliuan, wah seberapa banyak asetnya di tahun 2022 ini?

2. Alexander Tedja 

Pengusaha lain yang tidak kalah sukses dari Trihatma adalah Alexander Tedja. Awal mula dirinya terjun ke dunia bisnis ini tidak langsung menapaki bisnis properti melainkan bisnis perfilman dan perbioskopan. Namun akhirnya pada tahun 1982 ia beralih menjadi seorang pebisnis properti. 

Pada tahun itu ia kemudian membangun sebuah perusahaan bernama PT Pakuwon Jati Tbk. Tentu saja perjalanannya tidak mulus, ia memulai semuanya dari sebidang tanah di daerah Surabaya lalu membangun Plaza Tunjungan I. 

Sebagai seorang pebisnis, Alexander tidak berhenti sampai situ karena mengembangkan sayapnya lagi hingga muncul Plaza Tunjungan IV. Alexander juga membuka jalannya lagi ke Jakarta dengan melakukan akuisisi sebuah perusahaan sebesar 83,3 persen saham milik PT Artisan Wahyu. 

Adapun properti yang dimiliki oleh Alexander itu adalah Supermal Pakuwon Indah serta Royal Plaza (sebuah pusat belanja) yang ada di Surabaya. Sedangkan propertinya di Jakarta itu adalah Blok M Plaza serta Somerset Berlian. 

3. Keluarga Ciputra 

Daftar pengusaha properti berikutnya yang juga sukses di Indonesia adalah keluarga dari Ciputra. Semuanya bermula dari seorang bernama Tjin Hoan yang berasal dari Sulawesi Utara dan memiliki nama panggilan Ciputra. 

Baca Juga  Pelajari dan Pahami Pentingnya Investasi Properti untuk Masa Depan

Ciputra bukanlah berasal dari keluarga yang kaya, dia hidup sederhana sejak kecil. Usia 12 tahun di mana seharusnya anak-anak bermain dalam dunianya, berbeda dengan Ciputra yang harus membanting tulang untuk membuatnya dan keluarganya bertahan hidup. 

Ciputra akhirnya berhasil masuk ITB lalu bersama dengan dua sahabatnya dia berbisnis dan mendirikan CV Daya Tjipta. Dari sanalah perjuangannya dimulai, ia ingin membesarkan bisnisnya dan meminta bantuan Gubernur Jakarta waktu itu. 

Proyek pertamanya di Senen waktu itu memang tidak mudah akhirnya berhasil membangun tiga blok yaitu Blok I, Blok II dan Blok III. Sampai saat ini Ciputra masih terus berkecimpung dalam bisnis properti hingga menjadikannya ‘Raja Properti.’

4. Hary Tanoesoedibjo 

Kisah pengusaha properti sukses yang berikutnya ini datang dari Hary Tanoesoedibjo. Hary adalah anak yang lahir di Surabaya dan merupakan seorang putra dari Ahmad Tanoesoedibjo, seorang pengusaha juga. Ternyata bakat orangtuanya itu menurun ke Hary. 

Pada tahun 1989 Hary didapuk menjadi pendiri, Presiden Eksekutif dan pemegang saham dari sebuah perusahaan bernama Bhakti Investama. Kemudian pada tahun 2000 Hary mulai melakukan akuisisi dan penggabungan perusahaan. Dilanjut dengan mengambil alih saham dari perusahaan Bimantara Citra.

Setelah itu Hary fokus dalam dunia telekomunikasi serta media penyiaran. Kariernya terus berlanjut sampai berhasil menjadi Presiden di Media Nusantara (MNC) yang dikenal sampai saat ini. Tidak hanya dalam dunia pertelevisian saja, Hary juga mengepakkan sayapnya dalam jaringan radio seperti Trijaya FM. 

Hary Tanoesoedibjo akhirnya berhasil mendapatkan penghargaan sebagai orang terkaya di Indonesia nomor 22 versi Majalah Forbes tahun 2011. Inilah yang membuatnya menjadi terkenal sampai saat ini karena Hary selalu berani untuk naik tingkat. 

Adapun kekayaan yang dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo adalah Rp14.5 triliun rupiah atau setara dengan US$ 1.02 miliar. 

Baca Juga  4 Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen & Contohnya!

5. Mochtar Riady

Mochtar Riady juga merupakan salah satu konglomerat karena berhasil menjadi pengusaha properti sukses di Indonesia. Mochtar Riady merupakan pengusaha yang lahir di Malang pada tahun 1929 berdarah Tionghoa. Sejak usia 10 tahun Mochtar memang memiliki cita-cita bekerja di sebuah bank. 

Ia suka sekali melihat sebuah gedung bank bernama Nederlandsche Handels Bank akan tetapi mimpinya itu tidak bisa tercapai karena Ayahnya bukanlah orang mampu. Bagi Ayahnya profesi banker hanya untuk orang kaya saja. 

Tetapi mimpinya tidak berhenti sampai di situ saja, ketika sudah menikah mertuanya memintanya untuk mengelola sebuah toko hingga menjadi toko sukses di Jember. Setelah itu dia tetap berusaha mewujudkan impiannya walaupun keluarganya menentangnya.

Kesuksesannya berasal dari kerja kerasnya yang terus menerus belajar dan bertanya. Contohnya adalah pada tahun 1966 berhasil menyelamatkan sebuah bank bernama Bank Buana yang memasuki masa-masa krisis. Caranya adalah dengan menurunkan suku bunganya menjadi 12%.

Ternyata itulah yang membuatnya Bank Buana banyak kemasukan debitur. Itulah mengapa Mochtar Riady mulai terkenal sebagai seorang yang ahli dalam perbankan. Baginya tanaman tidak bisa tumbuh tinggi jika diletakkan di dalam rumah oleh karena itu harus diletakkan di luar rumah. 

Sampai saat ini jumlah kekayaannya mencapai Rp39.9 triliun dan menjadi pendiri dari Lippoland Group dengan pendapatan sebesar Rp8.4 triliun rupiah. Mochtar Riady akhirnya berhasil mewujudkan impiannya itu. 

Menjadi seorang pengusaha properti yang sukses memang tidak mudah oleh karena itu tidak boleh menyerah di tengah jalan. Sebagai calon pengusaha sudah seharusnya untuk yakin dan banyak belajar tentang bisnis properti agar bisa meneruskan jejak mereka. 

Author