Passive income adalah penghasilan yang diperoleh tanpa bekerja dua kali lebih keras. Bahkan, dikatakan seseorang tidak perlu melakukan usaha apapun untuk memperoleh pendapatan pasif. Namun bagaimana hal itu bisa terjadi, itulah yang tidak banyak orang tahu.

Banyak orang masih berpikir bahwa banting tulang sehari-hari menjadi satu keharusan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun di tengah kemajuan zaman, duduk di rumah saja melakukan pekerjaan rumah juga bisa memberikan seseorang penghasilan, inilah yang disebut passive income.

Pengertian Passive Income

Passive income adalah jenis penghasilan (income) yang diperoleh seseorang tanpa perlu aktif menghasilkan income tersebut. Dengan kata lain, meski dengan aktivitas minimum atau tanpa melakukan apapun seseorang masih tetap bisa mendapat penghasilan.

Sebagian besar pemilik passive income sudah memiliki pekerjaan utama yang membuat mereka menghasilkan pundi-pundi rupiah. Bisa dikatakan, passive income ini merupakan penghasilan tambahan yang tidak menguras banyak waktu.

Hal ini pun memunculkan opini bahwa pendapatan tambahan itu merupakan solusi menabung di masa tua. Mengingat umur semakin bertambah membuat produktivitas semakin berkurang dan tingkat produktivitas akan menurun.

Baca Juga  Keuntungan Membeli Saham Properti yang Wajib Pemodal Ketahui!

Jadi dengan adanya penghasilan tambahan yang dikumpulkan semasa muda dapat membuat hari yang akan datang sedikit terjamin. Kendati sampingan, nyatanya memperoleh penghasilan sampingan tidaklah mudah, tetap perlu usaha dan kerja keras dari awal.

Penghasilan Pasif Apa Saja?

Arti dari penghasilan pasif adalah memperoleh income dengan usaha yang minim, sudah pasti ada beberapa bentuk penghasilan yang termasuk kategori pasif. Hal ini juga akan membantu seseorang untuk memahami bentuk-bentuk pendapatan ini. Berikut beberapa bentuk passive income adalah:

  1. Residual Income

Bentuk penghasilan pasif pertama adalah residual income, yaitu penghasilan yang didapatkan meskipun pekerjaan yang ditangguhkan sudah selesai lebih dulu. Sederhananya, pendapatan pasif ini diperoleh dari hasil jerih payah yang sebelumnya dilakukan.

Ada banyak contoh riil dari residual income, seperti halnya seorang agen asuransi yang memperoleh bonus saat nasabah memperbarui polis, royalti seorang penulis buku, desain, hingga copyright atau hak cipta seorang seniman.

  1. Active Leveraged Income

Bentuk usaha yang kedua ini adalah pendapatan yang dihasilkan dari keaktifan orang lain yang menjadi pekerja atau anggota yang dibawahi. Namun penghasilan tidak serta merta mengalir begitu saja, tetap ada andil besar dari orang yang bekerja tadi.

Baca Juga  Cara Kerja Investasi Saham yang Pemula Wajib Ketahui

Contoh konkrit penghasilan ini adalah bisnis MLM, dimana pelaku usaha akan mendapatkan komisi jika downline yang bergabung aktif menjalankan kegiatan bisnis tersebut. Semakin banyak downline yang aktif, maka akan semakin banyak memperoleh komisi.

  1. Bisnis atau Usaha

Pada bentuk penghasilan ketiga ini, tingkat keberhasilan yang diraih berlaku jangka panjang. Maksudnya, pemilik usaha tidak tahu apakah bisnis tersebut akan berjalan secara otomatis atau gugur. Terlebih, membangun bisnis tersebut memerlukan dana yang besar di awal berdiri.

Namun, jika bisnis tersebut berjalan lancar, maka pemilik usaha dapat merasakan passive income yang mengalir deras. Akan tetapi, bisnis selalu memiliki peluang tidak berjalan sesuai keinginan. Jadi hendaknya pertimbangkan lagi sebelum memulainya.

  1. Properti atau Hunian

Properti atau hunian selalu menjadi solusi memperoleh hasil usaha jangka panjang. Passive income dari properti paling populer adalah bisnis sewa hunian, dimana pemilik properti akan mendapat penghasilan pasif selama periode yang disepakati.

Namun sama seperti poin pembahasan sebelumnya, untuk merasakan penghasilan bentuk ini perlu merogoh kocek cukup dalam di awal memulainya. Lantaran semua orang tahu, membangun sebuah hunian memakan biaya yang besar.

Baca Juga  Obligasi Adalah: Pengertian, Jenis dan Contohnya!

Secara garis besar, passive income adalah penghasilan yang bisa diperoleh tanpa harus bekerja aktif. Dengan memperoleh income pasif, seseorang bisa tetap berpenghasilan tanpa melakukan aktivitas melelahkan. 

Author