Seiring berkembangnya dunia teknologi, kini aktivitas investasi saham semakin banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia khususnya kalangan anak muda. Namun memang tidak dapat dipungkiri ada sebagian orang yang masih takut dan belum tahu keuntungan investasi saham yang sebenarnya. 

Menabung atau menyimpan uang saja sepertinya tidak cukup sebagai bekal masa depan. Dengan pilih investasi saham, maka uang yang tadinya ditabung sekian bisa meningkat lebih besar. Jika masih ragu untuk berinvestasi saham, maka coba ketahui berbagai keuntungan yang akan ditawarkan nantinya. 

Apa Tujuan Melakukan Investasi Saham?

Sebelum membahas keuntungan investasi saham, sebelumnya ketahui tujuan melakukan investasi saham itu sendiri. Tujuan bermain investasi saham tentu saja beragam misalnya sebagai modal untuk mengembangkan usaha, bisa memperoleh penghasilan jangka panjang, dan sebagai dana masa depan. 

Semakin banyaknya keuntungan yang didapatkan dalam investasi saham, maka perusahaan mampu untuk mengembangkan aset lebih banyak. Sedangkan bagi para pemodalnya bisa menjadi tabungan jangka panjang yang bisa berguna ketika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk keperluan tertentu. 

Apa Saja Keuntungan Investasi Saham?

Memulai investasi tidak hanya sekedar untuk menyetorkan uang lewat aplikasi, namun pemodal juga perlu memahami konsepnya. Mulai dari memilih perusahaan yang tepat, strategi mencapai keuntungan, dan hasil akhir yang didapatkan perlu dipahami sebagai bekal menjadi pemodal yang sukses. 

Banyak masyarakat yang berspekulasi bahwa keuntungan saham hanyalah uang yang nantinya bisa meningkat lebih banyak. Padahal konsep investasi saham tidak hanya itu, masih banyak keuntungan lain yang bisa didapatkan pemodal sesuai dengan penjelasan lengkap berikut ini. 

Baca Juga  Cara Kerja Investasi Saham yang Pemula Wajib Ketahui

1. Tingkat Pengembalian Lebih Tinggi

Di Indonesia sendiri sudah banyak berbagai macam investasi seperti obligasi, deposito, dan lain-lain. Tidak semua jenis investasi menawarkan tingkat pengembalian yang tinggi, sehingga akan membuat pemodal merasa kebingungan ketika ingin menggunakan uang yang sudah disetorkan. 

Berbeda konsepnya dengan investasi saham yang memberikan kenyamanan bagi para pemodal. Hal ini dikarenakan aktivitas investasi saham menawarkan tingkat pengembalian yang lebih besar dalam jangka waktu pendek. Wah sangat memudahkan bukan?

Kondisi seperti ini bisa saja terjadi saat pemodal mahir dalam mengurangi risiko investasi saham dan memaksimalkan pengembalian investasi. Oleh sebab itu, sebelum terjun dalam dunia bisnis dan investasi, maka pahami konsep dan strateginya secara optimal. 

2. Menawarkan Tingkat Likuiditas Tinggi

Apa yang dimaksud saham menawarkan tingkat likuiditas yang tinggi? Pemodal diberi kemudahan untuk menjual atau membeli produk apapun yang ada dalam bursa saham. Perusahaan tempat investasi akan memberikan fasilitas bagi para pemodal yang ingin memperdagangkan saham. 

Hal inilah yang membuat investasi saham sangat diminati oleh kaum millenial karena bisa ambil kembali keuntungan sebanyak mungkin. Para pemodal bisa menjual saham ketika perusahaan sedang memiliki peningkatan laba bersih, sehingga harganya akan semakin mahal di pasaran. 

Walaupun saham menawarkan tingkat likuiditas yang tinggi, namun percuma ketika pemodal tidak memahami ilmunya. Banyak investor yang hanya modal uang menjual saham saat harganya turun di pasaran, sehingga bukannya untung malah rugi besar. Pernah melakukannya?

3. Menawarkan Akses yang Memudahkan

Tujuan investasi saham tidak lain untuk mendapatkan profit atau untung yang besar. Kehadiran teknologi seakan membuat segala urusan dalam aktivitas saham menjadi lebih mudah. Pemodal akan merasa rugi ketika tidak memanfaatkan peluang sebaik-baiknya ketika sedang berinvestasi. 

Baca Juga  Generasi Z dan Investasi: Cara Mereka Mengubah Lanskap Keuangan

Untuk mencapai keberhasilan dalam berinvestasi saham, maka jangan lupa untuk selalu lakukan analisis pasar saham secara jeli. Sekarang ini bukanlah hal sulit untuk melakukan analisis pasar saham karena sudah ada lembaga BEI (Bursa Efek Indonesia) yang menyediakan informasi. 

Selain mendapatkan kemudahan dalam analisis pasar saham, pemodal juga lebih mudah dalam melakukan pembelian. Bagaimana caranya? Pemodal tinggal lakukan pembelian lewat broker yang terpercaya kemudian lakukan pembelian saham perusahaan tertentu sesuai keinginan. 

Intinya investasi saham saat ini tidak hanya bisa dilakukan oleh masyarakat kalangan atas atau pengusaha bisnis. Dengan menawarkan akses yang sangat mudah, maka setiap orang bisa mulai investasi saham sejak dini dengan modal yang tidak terlalu besar sekalipun. 

4. Menawarkan Dividen dan Capital Gain

Pernah dengar istilah dividen dan capital gain? Dividen merupakan keuntungan yang diberikan oleh suatu perusahaan dalam periode tertentu kepada semua pemegang sahamnya. Dividen akan dibagikan sesuai dengan jumlah lembar kepemilikan saham yang berhak didapatkan pemodal. 

Lalu apa yang dimaksud dengan capital gain? Keuntungan yang bisa didapatkan oleh pemodal saat melakukan penjualan aset investasi. Dalam hal ini, pemodal perlu menjual aset investasi perusahaan dengan harga jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga belinya. 

Capital gain lebih banyak disukai oleh para pemodal karena bisa dilakukan kapan saja selama situasi pasar saham mendukung. Sedangkan dividen tergantung perusahaan yang bersangkutan, terkadang ada yang selalu melakukan pembagian saham dan juga sebaliknya. 

Perusahaan yang memutuskan untuk tidak membagi dividen biasanya disebabkan oleh beberapa faktor. Bisa saja perusahaan mengalami masalah keuangan, menyusun strategi pengembangan, dan berbagai tujuan lainnya supaya keuntungan investasi saham makin dirasakan oleh pemodal. 

5. Nilai Saham Mampu Bertempur dengan Inflasi

Menjelang tahun baru 2023, banyak isu yang beredar bahwasannya negara Indonesia dan seluruh dunia akan menghadapi inflasi. Apa itu inflasi? Suatu keadaan dimana perekonomian suatu negara akan anjlok dan menyebabkan kenaikan seluruh harga barang yang ada dipasaran. 

Baca Juga  ROE Adalah : Pengertian, Fungsi, Rumus, dan Cara Menghitungnya!

Isu inflasi juga akan membuat banyak perusahaan mengalami bangkrut dan terpaksa melakukan PHK besar-besaran kepada seluruh pegawainya. Kondisi kehidupan yang kian memburuk akan membuat masyarakat makin kebingungan dalam memenuhi kebutuhan setiap harinya. 

Alternatif yang disarankan oleh pakar akademisi yaitu menabung dan melakukan investasi saham sejak dini. Ketika terjadinya inflasi, saham disinyalir masih mampu untuk bisa memenangkan pertempuran sehingga nilainya akan mengalami peningkatan seiring berjalannya waktu. 

Walaupun nilai saham nantinya akan mengalami penurunan, mungkin tidak akan mencapai titik terendah. Dalam hal ini, para pemodal masih bisa memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan se-optimal mungkin sebagai bekal ketika menghadapi inflasi nantinya. 

6. Bisa Membantu Diversifikasi Portofolio

Apalagi keuntungan investasi saham lainnya? Melansir dari pernyataan Good Financial Cents, saham bisa membantu dalam diversifikasi portofolio. Dengan adanya diversifikasi dalam portofolio investasi, maka pemodal akan lebih mudah dalam menghadapi tiap risiko investasi itu sendiri. 

Ketika melakukan investasi saham, pastinya pemodal akan membeli saham dari perusahaan yang berbeda-beda. Misalnya ada pemodal yang ingin membeli saham MNCN, Bank BRI, dan perusahaan bonafit lainnya untuk mendapatkan untung investasi yang maksimal. 

Saham akan memberikan diversifikasi portofolio untuk membantu dalam mengoptimalkan alokasi aset dan diversifikasi investasi. Bagi pemodal pemula yang baru saja terjun dalam dunia investasi akan lebih mudah menghadapi risiko yang ditawarkan kedepannya.  

Keuntungan investasi saham diantaranya bisa menawarkan likuiditas tinggi, akses mudah, ada dividen, capital gain, dan diversifikasi investasi. Nilai investasi saham juga dianggap mampu bertahan dengan baik saat kondisi inflasi, sehingga pemodal bisa menggunakannya untuk tabungan jangka panjang.

Author